Sejumlah guru dan orang tua murid dari Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar Zahwa al-Quds mengutuk keras tindakan aparat “Israel” yang menahan wakil kepala sekolah serta tiga guru dari sekolah anak-anak yang terletak di Beit Hanina, Yerusalem Timur, pada Senin (05/11/2017) lalu.

Sebagaimana dilansir al-Jazeera Rabu (08/11/2017) kemarin, penangkapan tersebut dilakukan lantaran para guru menolak penerapan kurikulum yang telah dikondisikan sesuai dengan standar israel tersebut.

Salah satu pengajar di Zahwa al-Quds, menuturkan, sejumlah polisi Israel yang tidak mengenakan seragam tiba-tiba memaksa masuk ke sekolah. Dalam penyerbuan itu, aparat Israel memeriksa seluruh kelas dan meminta tanda pengenal setiap guru.

Tidak berhenti sampai di situ, aparat Israel juga menyita telepon genggam dan menghapus rekaman kejadian dari kamera CCTV yang terpasang di sekolah itu. Selain itu, aparat Israel juga menginterogasi anak-anak tentang buku yang mereka pelajari sehingga menimbulkan ketakutan di antara mereka.

(salam-online.com)