Puluhan ribu warga Palestina mengikuti peringatan setahun Aksi Kepulangan Akbar di perbatasan Jalur Gaza dengan wilayah pendudukan Israel. Empat orang gugur akibat tembakan tentara Israel saat terlibat dalam aksi tersebut.

Aksi peringatan tersebut dimulai pada Sabtu kemarin. Ribuan warga Palestina berkumpul di dekat pagar pembatas yang dibuat penjajah Israel.

Aksi warga Palestina di hari pertama segera direspon pasukan Israel dengan tembakan gas air mata, yang menargetkan peserta aksi yang mendekati pagar pembatas. Puluhan relawan yang berusaha mencegah tak bisa menahan gelombang kedatangan para pengunjuk rasa.

Tak hanya tembakan gas air mata, pasukan Israel juga menembaki para pengungjuk rasa dengan peluru tajam. Kementerian kesehatan di Gaza menyatakan empat orang telah terbunuh akibat penembakan tersebut.

Pengunjuk rasa keempat yang gugur adalah Bilal al Najjar. Kementerian Kesehatan Gaza mengungkapkan pemuda 17 tahun itu ditembak di timur perbatasan Khan Younis, Gaza Selatan.

Aksi kepulangan akbar dimulai setahun lalu, tepatnya pada 30 Maret 2018. Peserta aksi itu memprotes perampasan yang dilakukan Israel terhadap wilayah Palestina, dan menuntut kembali tanah mereka. Aksi perlawanan warga sipil itu dibalas pasukan penjajah Israel dengan senjata, menyebabkan ratusan orang gugur dalam aksi protes berkelanjutan itu.

(kiblat/admin)