Militer Turki terus mengirimkan pasukannya ke Provinsi Idlib di Suriah untuk mendirikan pos-pos pengamatan dalam rangka memantau gencatan senjata sebagai bagian dari proses perundingan damai Astana.

Selama pembicaraan damai baru-baru ini di ibukota Kazakhstan, Astana, tiga negara penjamin, Turki, Iran dan Rusia, sepakat untuk menetapkan zona de-eskalasi atau zona bebas pertempuran, di Idlib dan di beberapa bagian Provinsi Aleppo, Latakia dan Hama.

Sebuah konvoi militer turki tiba Sabtu (18/11/2017) malam lalu ke sebuah daerah pengamatan baru di sisi Barat Haleppo, yang terletak di dalam zona de-eskalasi Idlib. Elemen Angkatan Bersenjata Turki juga ditempatkan di Afrin, sebuah Distrik Haleppo di dekat perbatasan Turki-Suriah, yang kini dikepung oleh pasukan komunis PKK.

Idlib, yang terletak di Suriah bagian Barat Laut di perbatasan Turki, menghadapi serangan hebat yang dilancarkan pemerintah Assad setelah perang berkecamuk yang dimulai pada tahun 2011.

(panjimas.com)

Marhaban Romadhon SImpatiFM