Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan Mushala Al Hidayah di Minahasa Utara yang dirusak sekelompok orang pada Rabu lalu sudah dapat digunakan kembali untuk shalat. Menurutnya, Tokoh agama, masyarakat, dan tokoh adat, semua turun tangan mengatasi keadaan sehingga sudah ada deklarasi damai. Pihak yang bersalah disebut telah meminta maaf dan berjanji bahwa kejadian yang sama tidak akan terulang lagi.

Hingga saat ini Mushala sudah diperbaiki dapat dipakai untuk shalat. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Fachrul dalam keterangan yang diterima media senin kemarin.

Selian itu, sejak hari senin kemarin telah diproses izin membangun rumah ibadah. Bupati Minahasa Utara sudah setuju dan akan memberikan izin, dan jajaran pemerintah daerah yang terkait juga siap membantu.

Fachrul sebelumnya menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut. Ia menyebut apa pun alasannya, perusakan itu sangat tidak dapat ditoleransi. Ia juga menjelaskan bahwa Pelaku perusakan telah ditangkap dan sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Utara telah mengeluarkan surat rekomendasi pendirian rumah ibadah Al Hidayah. Surat rekomendasi ditandatangani oleh Kepala Kantor Kemenag Minahasa Utara per 31 Januari 2020.

Surat tersebut intinya menyatakan tidak keberatan dan menyetujui permohonan pendirian Masjid Al Hidayah Perum Agape Desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan. Surat rekomendasi ini juga mencakup sejumlah ketentuan yang harus dipatuhi. (republika/admin)