Jakarta – Majelis Ulama Indonesia mengutuk keras serangan bom secara berturut-turut yang  menyasar tiga gereja, empat hotel dan sebuah rumah di Sri Lanka pada Ahad kemarin.

Peristiwa tersebut telah merenggut korban jiwa mencapai 215 orang dan lebih dari 400 orang lainnya terluka.

Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, menyatakan bahwa MUI meminta kepada Pemerintah Indonesia agar memelopori diselenggarakannya pertemuan negara-negara untuk melawan ancaman terorisme di dunia. Karena hal tersebut merupakan ancaman bagi perdamaian umat manusia.

Ia menekankan, apa pun alasannya tindakan brutal tersebut tidak dapat diterima akal sehat. Ajaran agama mana pun tidak membenarkan tindakan kekerasan, menebar ketakutan.

Din menambahkan, Islam adalah agama damai, di dalam peperangan saja diajarkan untuk tidak boleh membunuh perempuan, orang tua, anak-anak, para rahib, pendeta, merusak bumi, memutilasi mayat, merusak rumah ibadah dan lain sebagainya.

Maka sangat menyedihkan jika ada sekelompok orang yang mengatasnamakan agama melakukan tindakan brutal dan sadis. Hal tersebut hakekatnya justru menodai kesucian ajaran agama. (islampos/admin).

Marhaban Romadhon SImpatiFM