Pasukan Israel menembak tiga warga Palestina di Jalur Gaza yang disebut berusaha menyabotase pagar perbatasan. Militer Israel tak menyebut apakah ketiga pria itu tewas atau hanya terluka.

Dilaporkan laman the Times of Israel, seorang juru bicara militer Israel mengatakan penembakan terhadap warga Gaza itu merupakan prosedur standar. Tindakan demikian perlu diambil guna menjaga keamanan wilayahnya.

Sebelumnya, Pada Jumat lalu, puluhan warga Palestina di Jalur Gaza diberondong tembakan oleh pasukan Israel. Mereka ditembak saat melakukan aksi lanjutan “Great March of Return”.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, sebanyak 60 warga terluka akibat serangan pasukan Israel pada Jumat lalu. 36 di antaranya terluka akibat tembakan langsung.

Aksi Great March of Return telah dilakukan warga Palestina di Jalur Gaza sejak Maret 2018. Mereka melakukan demonstrasi damai di sepanjang perbatasan Israel-Gaza.

Dalam aksinya, mereka menuntut Israel mengembalikan lahan dan tanah yang didudukinya pasca Perang 1967 kepada para pengungsi Palestina. Kala itu warga Palestina juga menyuarakan protes atas keputusan Amerika Serikat yang memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.

Namun, Israel merespons aksi demonstrasi itu secara represif. Mereka menembaki para demonstran dengan peluru tajam. (republika/admin).