PBB mengecam penembakan di sebuah pasar yang sibuk yang menewaskan sedikitnya 17 orang awal pekan ini di Yaman utara. Wilayah yang diserang adalah sebuah wilayah yang berada di bawah kendali pemberontak Syiah Houtsi.

Kantor koordinator hak asasi manusia PBB di Yaman, dalam pernyataan pada Rabu kemarin tidak mengatakan siapa yang berada di balik serangan. Namun, koalisi yang dipimpin Saudi telah berperang melawan Houtsi sejak 2015 dalam upaya untuk mengembalikan pemerintah yang diakui secara internasional.

Ribuan warga sipil Yaman telah tewas dalam serangan udara yang terjadi karena pertempuran berkepanjangan antara pasukan koalisi arab Saudi dan Houthi.

Pernyataan PBB mengatakan bahwa, di antara korban tewas, terdapat 12 migran Ethiopia yang baru-baru ini tiba di Yaman, sementara 12 warga sipil lainnya terluka dalam serangan terhadap pasar Al-Raqw di provinsi utara Saada.

Ini adalah ketiga kalinya dalam sebulan di mana pasar menjadi sasaran, PBB mengatakan bahwa jumlah yang tewas dan terluka dalam tiga serangan telah mencapai 89 jiwa.

Otoritas Houtsi setempat sangat membatasi akses untuk para jurnalis dan kelompok hak asasi ke wilayah Saada, yang telah menyaksikan beberapa pertempuran terburuk dalam perang Yaman.

Kantor berita yang dikelola pemerintah Arab Saudi mengutip juru bicara Kolonel Turki Al-Malki mengatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki serangan yang menargetkan pemberontak Houtsi tempat pasar itu berada. Ia menambahkan bahwa hasil penyelidikan akan diumumkan kepada publik.

arrahmah/admin