Wakil Sekretaris Jenderal untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat PBB, Mark Lowcock (mark lokok), menyuarakan keprihatinannya atas situasi kemanusiaan yang memburuk di Idlib barat laut Suriah. Dia mengatakan laporan yang paling mengkhawatirkan datang dari Idlib selatan. Konflik telah meningkat dalam beberapa hari terakhir di daerah Idlib, terutama di sekitar Ma’arat al-Numan, Saraqeb, dan Aleppo barat. Hal ini sebagaimana diungkapkan pejabat senior PBB kamis kemarin.

Mengutip data Kantor Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia, Lowcock mengatakan setidaknya lebih dari 80 warga sipil, kebanyakan dari mereka adalah perempuan dan anak-anak, tewas akibat serangan udara dan serangan darat sejak 15 januari total kematian berjumlah 1.500 kematian warga sipil yang telah diverifikasi sejak april tahun lalu.

Lowcock melanjutkan, sebagian besar orang yang terkena dampak, telah pindah dari Idlib selatan ke lokasi lain di daerah yang tidak dikendalikan pemerintah. Lowcock menekankan bahwa meski Turki dan Rusia mengumumkan gencatan senjata pada 12 Januari, kesepakatan itu tidak berlaku. Sekitar lebih dari 500 ribu warga sipil telah mengungsi dari permukiman di selatan, tenggara, dan barat Aleppo di selatan sejak November 2019.

 internasional.republika/admin