Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di negara bagian Rakhine, Myanmar, terus menuju tahap penyelesaian. Hingga saat ini, proses tersebut sudah mencapai 91 persen. Hal ini diungkapkan manajer lapangan Rumah Sakit Indonesia, Nur Ikhwan Abadi.

Ikhwah mengungkapkan, meskipun ada berbagai kendala di lapangan, sebagaimana halnya membangun di wilayah konflik, pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine State terus berjalan. Berdasarkan perhitungan terakhir pihaknya, progres pembangunan sudah mencapai 91 persen.

Ia menyebut, pembangunan Rumah Sakit Indonesia di sana sempat mundur dari jadwal yang telah ditetapkan. Namun, pihaknya meyakini, perlahan tapi pasti progres fasilitas tersebut di Rakhine akan terus berlanjut hingga tuntas.

Nur Ikhwan menuturkan, pihaknya pada Senin kemarin berangkat kembali ke Yangon, Myanmar. Turut dalam rombongan ini antara lain tiga orang relawan, yang merupakan relawan bagian sipil dan mekanik elektrikal.

Sampai kini, situasi di negara bagian Rakhine masih bergejolak. Di Sittwe, tim itu akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait serta melihat perkembangan keamanan.

Apabila memungkinkan, tim akan langsung melanjutkan perjalanan dari Sittwe ke lokasi pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Myaung Bwe, Mrauk U, negara bagian Rakhine. Jarak tempuhnya sekitar tiga jam lebih via perjalanan darat.

Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine State, Myanmar adalah sebuah langkah diplomasi kemanusiaan di dunia internasional, kerjasama MER-SI, PMI dan Walubi atau Perwakilan Umat Buddha Indonesia. (republika/admin).