Pengamat ekonomi syariah sekaligus Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional Irfan Syauqi Beik menambahkan, tren berzakat di bulan puasa biasanya sangat tinggi. Penghimpunan dana lembaga amil zakat pun bisa meningkat 40 sampai 50 persen.

Irfan menambahkan bahwa di beberapa lembaga, minimal naik sepertiganya. Ada juga yang naik hingga 70 persen. Setiap lembaga berbeda-beda kenaikannya, tapi proporsi terbesar tetap saat Ramadhan bila dibandingkan data penghimpunan zakat pada bulan-bulan lainnya.

Tidak hanya membayar zakat profesi, dia menjelaskan, masyarakat juga membayar zakat investasi serta zakat lainnya ketika Ramadhan. Ditambah dengan infak, sedekah, dan wakaf. Penghimpunan dana lembaga amil zakat pun naik signifikan.

Meski begitu, Irfan melanjutkan, sosialisasi, edukasi, maupun kampanye Lembaga amil zakat kepada masyarakat tetap perlu ditingkatkan. Hal itu karena masih ada kesenjangan besar antara potensi dan realisasi penerimaan zakat, infak, sedekah, serta wakaf.

Sosialisasi atau kampanye meningkatkan kedermawanan masyarakat, baginya, harus melalui semua platform. Tidak hanya menggunakan cara tradisional seperti tatap muka maupun ceramah, tapi juga mengembang kan platform digital ditambah peningkatan penetrasi di media sosial. (republika/admin).