Lembaga Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah atau Lazismu, telah menghimpun lebih dari 1 miliar rupiah untuk donasi program pembangunan Rumah Sakit Indonesia-Hebron, Yarussalem, Palestina. Penggalangan dana untuk donasi itu dilakukan saat bulan Ramadhan.

Direktur Utama Lazismu Hilman Latief, mengatakan, Lazismu tinggal menyerahkan hasil penggalangan donasi itu kepada Majelis Ulama Indonesia. Hilman menjelaskan target 1 miliar merupakan kesepakatan sejumlah lembaga zakat usai penandatanganan nota kesepahaman dengan MUI. Sebab, MUI tidak memasang target besaran donasi yang harus diserahkan masing-masing lembaga zakat.

Menurut Hilman urgensi donasi lebih dibutuhkan korban tertembak dan keluarga korban yang meninggal dunia. Saat bertemu dengan komunitas Palestina, dia mengatakan bantuan yang lebih dibutuhkan sebenarnya mulai dari pakaian, makanan, kebutuhan sehari-hari.

Hilman mengatakan penggalangan donasi program pembangunan rumah sakit sudah selesai dari Lazismu. Namun, dia mengatakan tidak tertutup kemungkinan lembaga tersebut kembali membuka penggalangan donasi.

Hilman mengatakan donasi sebesar 1 miliar diperoleh dari penggalangan di masjid dan perguruan tinggi Muhammadiyah. Terkait target sebesar 80 miliar, dia mengatakan belum ada permintaan khusus ihwal berapa besaran donasi masing-masing lembaga. (republika/admin).