Laporan hak asasi manusia menunjukan fakta situasi warga Palestina yang tinggal di kota Idlib Suriah utara dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Jumlah pengungsi yang terus meningkat sementara fasilitas sangat terbatas.

Laporan mengatakan, sekitar 400 keluarga Palestina tinggal di Idlib dan beberapa pedesaannya. Sebagian besar warga Palestina di kota Idlib tinggal di rumah-rumah yang hancur karena mereka tidak mampu membayar sewa.

Sebagian besar dari mereka juga tak memiliki pemanas, padahal wilayah itu dilanda badai salju yang sangat dingin.

Jumlah anak yatim mencapai 61 orang. Sebagian besar dari mereka pengungsi dari Damaskus selatan, kamp Yarmouk, dan kamp Khan Al-Sheeh, saat kerusuhan yang memporak poranakan Suriah dimulai.

Beberapa organisasi sosial enggan memberikan bantuan kepada warga Palestina yang terlantar, dengan dalih adanya asosiasi dan lembaga internasional yang khusus menangani masalah mereka yaitu UNRWA. Sementara UNRWA tidak memberikan bantuannya kepada mereka, dengan dalih bahwa Idlib adalah hot spot yang tidak dapat dijangkau.

Menurut laporan, sebelum serangan terakhir, terdapat 100 keluarga Palestina tinggal di masing-masing kota Maarat al-Numan dan Jericho yang termasuk wilayah Idlib, sementara hari ini di seluruh kota Idlib hanya terdapat sekitar 200 keluarga Palestina yang tinggal.

Laporan menunjukkan, warga  Palestina yang pindah dari daerah-daerah yang baru-baru ini diserang, mendirikan tenda-tenda pengungsian di Sarmada dan lainnya, dalam kondisi tragis dan sangat memprihatinkan. Para pengungsi Palestina di Idlib dan pedesaannya menuntut perlindungan dan bantuan internasional.

 melayu.palinfo/admin