Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sahabat yang budiman dimana saja saat ini anda berada…

Insyaa Allah, dalam artikel Siroh Nabawiyah ini, kita akan bersama-sama menelusuri tinta emas perjalanan Pria Mulia pembawa wahyu ilahi di akhir zaman, Nabi kita Muhammad . Namun sebelum kita membahasnya lebih lanjut, kita perlu tahu terlebih dahulu tentang pentingnya membahas Siroh Nabawiyah ini.

Sahabat yang berbahagia, membahas siroh Nabawiyah berarti kita akan membahas sunnah-sunnah Rasulullah , sebab seluruh kehidupan Nabi adalah sunnah beliau yang harus kita teladani dalam kehidupan kita. Para ulama banyak menyebutkan keutamaan dan urgentnya kaum muslimin dalam memahami dan menteladani sunnah-sunnah Nabi , diantaranya :

  1. Mendapatkan surga

Sahabat yang budiman, orang yang mempelajari Siroh atau perjalanan hidup Nabi , maka ia akan menyukai dan mencintai sunnah-sunnah Nabi , Dan orang yang mencintai Nabi maka ia akan bersama dengan Nabi di Surga.

Diriwayatkan dari At Tirmidzi bahwa Anas bin Malik berkata, Rasulullah telah berkata kepadaku: “Wahai anak kecil, Itulah perjalananku (sunnahku), dan barangsiapa yang mencintai sunnahku maka dia telah mencintaiku, dan barangsiapa yang mencintaiku dia akan bersamaku di dalam syurga!”

  1. Mendapatkan 100 pahala Syuhada

Orang yang berpegang teguh pada Sunnah Nabi dikala keumuman manusia sedang menjauhi sunnah tersebut, juga dijanjikan oleh Rasulullah akan mendapatkan pahala 100 orang yang mati syahid. Examine jugar da vinci diamonds por dinero real. Sedangkan tidak mungkin seseorang berpegang tegung dengan sunnah Nabi kecuali ia pasti mempelajari siroh Nabi terlebih dahulu.

Imam al-Baihaqi meriwayatkan Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi bersabda : “Barangsiapa yang berpegang dengan sunnahku ketika merata kerusakan pada ummatku, maka baginya pahala seratus orang yang mati syahid.”

Kemudian, Imam ath-Thabrani juga meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi telah bersabda: “Orang yang berpegang kepada sunnahku dalam zaman kerusakan ummatku akan mendapat pahala orang yang mati syahid”.

  1. Membenci sunnah, tidak termasuk Ummat Nabi

Sahabat yang budiman, orang-orang yang membenci sunnah Nabi , adalah mereka yang tidak pernah mengetahui sifat mulia beliau , ketabahan beliau , budi pekerti beliau  dan lain sebagainya yang semua itu terangkum dalam siroh Nabi . Dan Imam Muslim juga meriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah bersabda : “Orang yang tidak suka kepada sunnahku/ bukanlah dia dari golonganku!”

Demikian pula yang diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dari Ibnu Umar hanya saja ada tambahan di permulaannya berbunyi: “Barangsiapa yang berpegang kepada sunnahku maka dia dari golonganku.”

Sahabat yang berbahagia. Al-Quran dan As-Sunnah telah banyak menjelaskan pentingnya mentauladani dan mentaati Nabi dengan mempelajari Siroh Nabawi, kita akan tahu betapa agungnya Nabi di sisi Allah sehingga kita akan tunduk dan patuh terhadap semua perintah Nabi .Sebab dengan mentaati Nabi berarti kita telah mentaati Allah .

Dalam riwayat Imam al-Bukhari, Dari Abu Hurairah , Rasulullah telah bersabda : “Barangsiapa yang mentaatiku maka dia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang mendurhakaiku maka dia telah mendurhakai Allah.”

Kemudian orang yang mentaati Nabi juga sudah dipastikan akan memasuki surga, sementara mereka yang mendurhakai Nabi , menyelisihi perintahnya dan tidak mau tunduk dengan hukum-hukumnya, maka mereka adalah orang-orang yang enggan masuk surga walaupun dalam hati dan lisan mereka mengaku menginginkan surga mengenai hal ini Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah telah bersabda:

“Semua ummatku akan memasuki syurga kecuali yang enggan memasukinya. Siapa yang mentaatiku akan memasuki syurga/ dan siapa yang mendurhakaiku/ maka dialah orang yang enggan memasuki syurga.”

Ancaman neraka bagi mereka yang tidak mau patuh kepada Nabi dan janji surga bagi mereka yang patuh kepada beliau merupakan isyarat yang amat jelas akan wajibnya seorang muslim mematuhi setiap perintah Rasulullah . Oleh sebab itulah para sahabat Nabi  selalu mentaati dan mematuhi setiap perintah Nabi walaupun diri mereka merasa berat dengan perintah tersebut. Kemudian, disebabkan kepatuhan dan ketaatan para sahabat Nabi  itulah, mereka diridhoi oleh Allah dan dimenangkan dalam setiap perjuangan yang mereka lakukan dalam rangka menegakkan kalimat Allah .

Sahabat yang budiman. Begitulah pentingnya memahami, mentauladani da mentaati sunnah Rasulullah . Dan hal itu tidak mungkin bisa kita laksanakan kecuali dengan mempelajari perjalanan hidup Nabi yang dirangkum dalam pembahasan Siroh Nabawiyah. Bahkan bukan hanya kita yang akan mendapatkan pahala dan keutamaan yang amat banyak ketika kita menjalankan sunnah Nabi , namun kita yang memerintahkan untuk berbuat baik dan memberikan contoh dengan menghidupkan sunnahnya sehingga sunnah-sunnah beliau diikuti oleh orang  lain, maka pahala orang yang mengikuti kita itu juga akan mengalir kepada kita tanpa mengurangi sedikitpun pahala mereka.

Hal ini Seperti apa yang telah diriwayatkan oleh imam at-Tirmidzi , Dari Bilal bin Al-Haris Al-Muzani bahwasanya Rasulullah telah bersabda:

Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah (jalan) dari sunnahku yang telah ditinggalkan orang sepeninggalku, maka baginya pahala seperti pahala-pahala orang yang mengamalkannya sesudah itu, tanpa dikurangi sedikit pun dari pahala-pahala mereka (yang mengamalkannya itu). Dan barangsiapa yang mengadaadakan suatu bid’ah yang menyesatkan dan tidak diridhai Allah dan RasuINya, maka dia akan menanggung dosanya seperti dosa orang yang mengamalkannya, tiada dikurangi sedikit pun dari dosa-dosa orang yang mengamalkannya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Kita sebagai ummat Rasulullah hendaknya selalu mengukuti Sunnah-sunnah beliau dan para sahabatnya yang telah dijamin surga, menghidupkan sunnah-sunnahnya, dan bersatu dalam manhaj ahlussunnah wal ajma’ah. Manhaj yang didalamnya berkumpul orang-orang yang mentauladani, membela dan memperjuangkan sunnah-sunnah Nabi .Aapabila kita tidak bersatu dalam manhaj yang sama, manhaj yang berjuang dan membela tegaknya sunnah-sunnah Nabi dalam diri keluarga dan masyarakat kita, maka kita akan terpecah dan tidak menjadi golongan firqotunnajiyyah, yaitu golongan yang selamat sampai kesurga tanpa memasuki neraka.

Abdullah bin Amru meriwayatkan bahwa Rasulullah telah bersabda: “Dan bahwasanya kaum Bani Israil akan terpecah-belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan ummatku pula akan terpecah-belah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya adalah di dalam neraka, kecuali satu golongan saja. Para sahabat bertanya: Siapakah mereka ya Rasulullah?! Jawab beliau: Golongan yang mengikutiku dan mengikuti para sahabatku!”

Sahabat yang berbahagia dimana saja saat ini anda berada, demikianlah pembahasan kita dalam artikel Siroh Nabawiyyah pada kesempatan kali ini. Yakni tentang pentingnya mempelajari sunnah Nabi melalui Siroh Nabawi, agar kita dapat mengetahui bahwa begitu pentingnya sunnah Rasulullah untuk kita pelajari. Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam

Wassalamu’alaikum warahmatullohi wabarakatuh.