Juru bicara Taliban Suhail Shaheen mengatakan bahwa pihaknya dan Amerika Serikat sedang menentukan hasil nyata dalam perundingan putaran ketujuh yang diadakan di ibukota Qatar, Doha.

Shaheen mengatakan kepada Associated Press pada Ahad kemarin bahwa putaran pembicaraan terakhir antara kedua pihak, yang telah berperang sejak 2001, berlangsung kritis.

Perundingan damai putaran ketujuh yang berlangsung pada hari Sabtu bertujuan untuk menuntaskan kesepakatan terkait penarikan 20 ribu tentara Amerika dari Afghanistan.

Perjanjian tersebut juga diharapkan dapat memberikan jaminan bahwa Afghanistan tidak akan lagi membiarkan kelompok-kelompok bersenjata untuk melakukan serangan di seluruh dunia. Upaya untuk menemukan perdamaian tidak mengurangi pertempuran antara Taliban dan pasukan pemerintah.

Komentar Shaheen datang hanya beberapa jam setelah kelompok bersenjata itu melancarkan serangan yang menewaskan delapan pejabat pemilihan umum di provinsi selatan Kandahar.

Aziz Ibrahimi, juru bicara Komisi Pemilihan Umum Independen, mengatakan pada hari Minggu bahwa para karyawan berada di distrik Maruf melakukan pendaftaran pemilih, ketika serangan Sabtu malam terjadi.

Taliban meledakkan bom di luar kantor polisi tempat para pejabat itu menginap. Juru Bicara Zabihullah Mujahid mengatakan tidak ada hubungan antara aksi militer dan pembicaraan damai. Dia menyatakan akan terus berjuang melawan pasukan asing dan Afghanistan sampai kesepakatan damai ditandatangani.

Secara terpisah, pejuang Taliban menewaskan 26 pasukan pro-pemerintah dalam serangan di Afghanistan utara Jumat malam.

Pompeo dan utusan Amerika pemimpin perundingan Zalmay Khalilzad mengatakan bahwa kesepakatan akhir tidak hanya mencakup perjanjian dengan Taliban mengenai penarikan pasukan dan jaminan Afghanistan yang tidak mengancam, tetapi juga perjanjian dialog intra-Afghanistan dan gencatan senjata permanen. (kiblat/admin).