Komisi Hak Asasi Manusia Belanda memutuskan bahwa Polisi di negara tersebut membeda-bedakan petugas wanita Muslim dengan tidak mengizinkannya mengenakan seragam berjilbab, karena kontaknya dengan publik terbatas.

Menurut hukum Belanda, petugas polisi dilarang memakai simbol keagamaan yang terlihat saat bertugas dengan alasan bahwa mereka harus tampil netral.

Sarah Izat, pejabat administratif Rotterdam mengatakan bahwa larangan tersebut bersifat diskriminatif terhadapnya dan menghambatnya untuk maju dalam karir.

Berbicara dengan Al Jazeera, seorang juru bicara polisi merujuk pada siaran pers resminya, mengatakan bahwa polisi akan mempertimbangkan keputusan tersebut.

(jurnalislam.com)