Taliban akan bertemu pemerintah Afghanistan pada Ahad mendatang di Qatar. Pertemuan tersebut merupakan upaya baru untuk membuat kemajuan politik ketika Amerika Serikat mencari kesepakatan damai dengan Taliban dalam waktu tiga bulan.

Upaya internasional untuk membawa pihak Afghanistan dan Taliban ke meja perundingan, muncul ketika Taliban menewaskan 16 orang dalam serangan terbaru di ibu kota Afganistan, Kabul. Utusan perdamaian khusus Amerika Serikat untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad telah melakukan perundingan damai tujuh kali dengan Taliban di Qatar. Tujuannya, satu, yakni mengakhiri perang Taliban melawan pemerintah Afghanistan yang telah berusia 18 tahun itu.

Taliban pun sebelumnya menolak untuk bernegosiasi dengan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani. Jerman, dalam dukungan internasional untuk pemerintah pasca-Taliban, dan Qatar mengatakan, bahwa mereka bersama-sama memperpanjang undangan untuk dialog di Doha pada Ahad dan Senin.

Sementara itu, perwakilan khusus Jerman untuk Afghanistan dan Pakistan menilai, rakyat Afghanistan hanya akan berpartisipasi dalam kapasitas pribadi mereka, dan dengan kedudukan yang setara. Menurutnya, Afghanistan berdiri pada momen kritis di bawah peluang untuk kemajuan menuju perdamaian.

Kendati demikian, juru bicara Taliban bersikeras bahwa pihaknya tidak akan berbicara dengan pemerintah Kabul. Taliban menyatakan akan memulai pembicaraan dengan pihak Afghanistan, namun tidak berbicara dengan pemerintah Kabul sebagai pemerintah.

Rencana pertemuan terjadi setelah Menteri Luar Negeri Amerika, melakukan kunjungan ke Kabul yang sebelumnya tidak diumumkan.

(republika/admin)