Ribuan pemukim Israel menyerbu halaman Masjid Al-Aqsa pada Hari Raya Idul Adha, Ahad kemarin. Gerombolan pengikut Yahudi itu bebas masuk di bawah perlindungan polisi Israel.

 

Surat kabar Israel berbahas ibrani “Maariv mengatakan polisi Israel mengizinkan lebih dari 1700 orang Yahudi untuk menyerbu Masjid Al-Aqsa. Mereka ingin menggelar upacara peringatan penghancuran kuil Solomon. Maariv mengatakan bahwa jumlah pemukim menyerbu Al-Aqsa tahun ini meningkat 17 persen dibandingkan tahun lalu pada kesempatan yang sama.

Departemen Wakaf Islam di Yerusalem dalam sebuah pernyataan singkat mengatakan bahwa penyerbuan para pemukim Yahudi ke Al-Aqsha dilindungi oleh pasukan keamanan pendudukan. Massa merangsek ke masjid dalam dua tahap selepas salat Dzuhur.

Sebelumnya, polisi menyerang aksi protes Jemaah di Al-Aqsha yang menolak masuknya para pemukim Yahudi. Jemaah Al-Aqsha yang masih berjaga menghadang masuknya pamukim Yahudi itu. Akibatnya, bentrokan pun meletus. Polisi Israel mengevakuasi pemukim dan menyerang Jemaah Al-Aqsha. Dilaporkan 61 warga muslim terluka, 16 di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit.

Para aktivis muslim telah memperingatkan rencana penyerbuan Al-Aqsha. Mereka menyeru penundaan pemotongan hewan kurban di hari berikutnya untuk berjaga di masjid suci umat Islam itu.

kiblat/admin

Marhaban Romadhon SImpatiFM