Aktivis Rohingya mengatakan Aung San Suu Kyi menampakkan sikap aslinya sebagai seorang yang anti muslim Rohingya. Pemimpin Myanmar tersebut terbukti tidak bisa mengakui sebuah krisis kemanusiaan yang telah mengakibatkan eksodus lebih dari setengah juta pengungsi ke Bangladesh sejak Agustus 2017.

Dalam sebuah pidato pada hari Senin (20/11/2017) kemarin, Aung San Suu Kyi mengatakan bahwa dunia menghadapi ancaman baru, sebagian karena imigrasi ilegal dan penyebaran terorisme. Pidatonya tersebut dikritik karena dia berusaha mengalihkan perhatian dari krisis kemanusian berat Rohingya.

Bereaksi terhadap pidato Aung San Suu Kyi, Ro Nay San Lwin, seorang aktivis Rohingya yang berbasis di Jerman, mengatakan bahwa pernyataannya hanyalah sebuah penyangkalan terhadap keberadaan etnis Rohingya.

(jurnalislam.com)