Pangeran Faisal bin Farhan bin Abdullah, Menteri Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, mengklaim bahwa Kerajaan Arab Saudi telah mempertimbangkan masalah Palestina sebagai prioritasnya. Arab Saudi juga akan terus melakukan itu karena ini adalah kebijakan luar negeri sejak pendirian Kerajaan oleh mendiang Raja Abdulaziz bin Abdulrahman Al Saud.

Berbicara pada sesi Konferensi tingkat tinggi Darurat Dewan Liga Arab, yang dimulai di Kairo, menteri luar negeri Arab Saudi itu mengatakan bahwa Arab Saudi tidak pernah tertinggal dalam mendukung rakyat Palestina. Arab Saudi mendukung hak-hak sah rakyat Palestina dan memperoleh negara Palestina yang merdeka sesuai pada tahun 1967 dengan Al-Quds Timur sebagai ibukotanya. (hidayatullah/admin)