Sahabat hijrah yang dirahmati Allah, salah satu sifat orang yang tidak beriman dengan hari akhirat dan hari pembalasan adalah tidak memiliki kasih sayang terhadap anak yatim dan orang miskin.

Hal ini sesuai dengan apa yang Allah subhanahu wata’ala firmankan di dalam quran surat al-Ma’un ayat 1 sampai ayat 3.

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ (1)

Tahukah kamu orang yang mendustakan hari pembalasan?.

فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ (2)

Itulah orang yang menghardik anak yatim.

وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (3)

dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

sahabat hijrah, tahu nggak ternyata menyantuni anak yatim itu memiliki banyak keutamaan, salah satu keutamaan dari menyantuni anak yatim adalah akan memiliki tempat yang dekat dengan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam di hari kiamat kelak, siapa sih yang tidak ingin memiliki kedekatan dengan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam?.

Hal ini sebagaimana disebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori yang artinya.

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim kedudukannya di surga seperti ini”. kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.

Nah sahabat, hadits yang agung ini menunjukan betapa menyantuni anak yatim itu adalah amalan yang dicintai oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, sampai-sampai Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam sendiri menjanjikan balasan yang besar, yakni dekat dengannya di surga kelak.

Lalu apa sih yang dimaksud dengan menanggung anak yatim?. makna menanggung dari hadits tersebut artinya adalah menyantuni, mengurusi, memperhatikan keperluan hidup, memberi nafkah dan pakaian serta mengasuh dan mendidik mereka.

Adapun yang dimaksud dengan anak yatim adalah anak yang ditinggal mati oleh ayahnya sebelum anak itu mencapai usia baligh atau dewasa.

Selain itu sahabat, keutamaan ini juga berlaku tidak hanya kepada mereka yang mengurus yatim dengan harta mereka sendiri, bahkan mengurus yatim memakai harta milik anak yatim itu sendiri memiliki keutamaan yang sama, umpamanya orang tua anak yatim tersebut mewariskan atau menitipkan harta, kemudian kita mengurus mereka dengan menggunakan harta tersebut.

Sahabat hijrah, selain menyantuni anak yatim kita juga dianjurkan atau bahkan dituntut untuk menyayangi dan menyantuni orang miskin.

Sahabat, Mencintai orang miskin adalah tanda ikhlasnya cinta seseorang, Karena apa yang dia harap dari si miskin?. Si miskin tidak memiliki materi atau harta yang banyak. Beda halnya dengan seseorang mencintai orang kaya, pasti ada maksud, ada udang di balik batu, Dan kadang maksud mencintai orang kaya tadi tidak ikhlas.

Nah sahabat hijrah, banyak keutamaan yang akan kita dapatkan ketika mencintai orang-orang miskin, tentunya rasa cinta disini dibuktikan dengan memperi kepedulian kepada mereka.

Keutamaan pertama dari menyayangi orang miskin adalah bahwa mencintai orang miskin adalah sebab dimudahkan urusannya oleh Allah subhanahu wata’ala. ini merupakan balasan yang sesuai sebagaimana dia telah memberi kemudahan kepada orang miskin.

Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam hadits yang diriwayatkan Dari Abu Hurairah radiyallahu anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ…

Barangsiapa menghilangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan kesulitan orang lain, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat.

Hadits riwayat Muslim.

Kemudian keutamaan yang ketiga, memperjuangkan kehidupan orang miskin termasuk jihad di jalan Allah subhanahu wata’ala,

Hal ini sebagaimana disebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radiyallahu anhu , bahwa Nabi bersabda.

السَّاعِى عَلَى اْلأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِيْنِ كَالْمُجَاهِدِ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ

“Orang yang membiayai kehidupan para janda dan orang-orang miskin bagaikan orang yang berjihad fii sabiilillaah.”

وَكَالْقَائِمِ لاَ يَفْتُرُ وَكَالصَّائِمِ لاَ يُفْطِرُ.

“Dan bagaikan orang yang shalat tanpa merasa bosan serta bagaikan orang yang berpuasa terus-menerus.”

Hadits riwayat Muslim.

Selanjutnya keutamaan yang keempat, menolong orang miskin akan memperoleh rizki dan pertolongan dari Allah serta akan mendapatkan barokah dari doa orang miskin untuk mereka.

Hal ini sebagaimana yang Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam sabdakan di dalam sebuah hadits yang berbunyi.

هَلْ تُنْصَرُوْنَ وَتُرْزَقُوْنَ إِلاَّ بِضُعَفَائِكُمْ

Kalian hanyalah mendapat pertolongan dan rezeki dengan sebab adanya orang-orang lemah dari kalangan kalian”.

Hadits riwayat Bukhori.

 

Kemudian keutamaan yang keempat, mencintai dan menyayangi orang miskin menyebabkan timbulnya rasa tawadhu dan qonaah.

Sahabat hijrah, Orang yang mencintai si miskin akan memberikan pengaruh baik pada dirinya yaitu semakin tawadhu’, apa sih tawadu?. tawadhu adalah rasa rendah hati dan jauh dari sikap sombong.

Selain itu, dengan berinteraksi dengan orang miskin juga menimbulkan rasa qonaah?. apa itu qonaah?. qona’ah adalah merasa cukup. Ia merasa bahwa ternyata Allah masih memberinya kelebihan materi dan anugerah yang banyak dibanding yang lainnya.

Oleh karena itu sahabat, tak heran jika Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang berbunyi.

انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ

Pandanglah orang yang berada di bawahmu dalam masalah harta dan dunia, dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu dalam masalah ini. Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.”

Hadits riwayat Muslim.

Nah sahabat hijrah, marilah kita tutup bahasan ini dengan doa yang dipanjatkan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran, serta aku memohon pada-Mu supaya bisa mencintai orang miskin.

Akhir kalam, semoga kita semua dianugerahi hati yang lembut sehingga memiliki rasa cinta dan kasih sayang terhadap anak yatim dan orang miskin.

Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam.

Wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh.