PasukanĀ  Israel secara sistematis menyerang dan melukai lebih dari 100 wartawan, 20 di antaranya adalah wartawan wanita, sejak pengakuan Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Penyerangan tersebut dilakukan untuk menghalangi wartawan melaporkan fakta pendudukan yang sebenarnya di lapangan ke seluruh dunia.

Tentara Israel juga menargetkan wartawan dengan amunisi hidup, peluru baja berlapis karet, gas air mata, atau dengan pentungan dan popor senapan. PasukanĀ  Israel juga menangkap sejumlah wartawan dan mencegah mereka untuk meliput aksi demonstrasi.

Sebagian wartawan juga mendapatkan aksi kekerasan berupa pemukulan, ditembak menggunakan peluru baja berlapis karet, ditembak dengan amunisi hidup dan semprotan merica serta gas air mata.

(arrahmah.com)