Hampir sekitar 14 ribu anak-anak Muslim Rohingya dilaporkan telah kehilangan satu atau kedua orang tuanya, sehingga mereka menjadi anak yatim ataupun piatu. 14 ribu anak-anak yatim-piatu tersebut termasuk di antara 500 ribu pengungsi Rohingya yang terpaksa menyeberang ke Bangladesh untuk menghindari kekerasan brutal di Myanmar.

Mayoritas dari anak-anak tersebut mengatakan bahwa mereka kehilangan satu atau kedua orang tua dalam kekerasan di Rakhine, sebagaimana dikatakan oleh seorang Deputi Direktur Departemen, saat berbicara dengan Agence France-Presse.

Jumlah Anak-anak Rohingya yang selamat dan melarikan diri ke Bangladesh sekitar 320 ribu, sepertiga  di antaranya berusia di bawah 5 tahun.

Chowdhury mengatakan sebuah panti asuhan akan dibangun untuk anak-anak Rohingya di bawah umur yang tidak didampingi orang tua, sanak maupun saudaranya, dan anak-anak tanpa orang tua akan diberikan bantuan tambahan serta dukungan keluarga.

(panjimas.com)