Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas menilai wajar jika kemudian Rakyat Uighur ingin merdeka dari Cina. Sebab, muslim Uighur tidak diberi kebebasan dalam menjalankan agama.  Menurut Anwar Abbas, jika ada satu suku bangsa ditindas, untuk apa dia bergabung lagi dengan bangsa yang menindasnya. Hal ini sebagaimana diungkapkan Anwar Abbas di Gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis kemarin.

Anwar Abbas juga meminta supaya pemerintah Cina menghormati dan menghargai agama dan hak beragama dari masyarakat Uighur. Ia juga mengungkapkan, tuduhan separatis terhadap Uighur ada sebabnya, yaitu diskriminasi dan hak yang direnggut pemerintah Cina. Sehingga menurutnya, tidak ada gunanya bergabung dengan Cina apabila hak dalam bergamanya terenggut.

Menurut Abbas, persoalan mendasar dari mencuatnya isu Uighur merdeka adalah soal HAM. Karena Cina menginjak-injak HAM rakyat Uighur terutama hak beragamanya. Menurutnya, Jika Cina tidak ingin Uighur memisahkan diri, maka sudah selayaknya Cina tidak melanggar hak-hak mereka dalam beragama.

kiblat/admin