Seorang wartawan lokal di Myanmar menyatakan bahwa dirinya merasa terancam ketika menyelidiki tentang kasus Rohingya di Rakhine.

Dalam hal ini, Min Min, editor Badan Investigasi Rakhine menuturkan bahwa dirinya terus-menerus dalam bahaya ketika melakukan penelusuran terkait Rohingya. Sebagaimana diungkapkan Min ada Senin (16/10/2017) yang lalu.

Selain ancaman pembunuhan, tentara Myanmar juga melakukan sejumlah pelecehan jika mereka menulis opini yang bertentangan dengan pemerintah Naypyidaw.

Perlu diketahui, pemerintah Myanmar telah membuat narasi yang menyudutkan etnis Muslim Rohingya. Salah satu bentuk narasi ini sendiri adalah menyebut mereka sebagai “teroris” di Rakhine. Selain itu, akun media sosial pemerintah Myanmar juga mengatakan bahwa etnis Muslim Rohingya telah membakar rumahnya sendiri.

Padahal, pihak pemerintah dan tentara Myanmar merupakan pelaku yang membakar rumah-rumah warga untuk mengusir etnis Muslim di Rakhine.

(kiblat.net)

Marhaban Romadhon SImpatiFM