Anggota Dewan Provinsi Kunduz, Saifulloh Amiri, mengonfirmasi sedikitnya 13 warga sipil, termasuk anak-anak, tewas oleh serangan udara pasukan NATO di provinsi tersebut. Warga marah dan menggelar protes atas insiden yang kerap terulang ini.

Reuters mengatakan, belasan korban sipil itu dibawa ke pusat kota Kunduz dengan truk sebagai bentuk protes. Aksi itu digelar di depan gedung pemerintah provinsi.

Imarah Islam Afghanistan atau Taliban, mengunggah foto jasad-jasad itu yang tengah berada di atas truk. Terlihat empat jenazah anak-anak.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa insiden itu terjadi di distrik Tilaw pada Sabtu kemarin. Saat itu, pasukan NATO menggelar operasi khusus dengan menerjunkan pasukan dari udara.

Sebelumnya sempat terjadi pertempuran sengit. Milisi Taliban berhasil menggagalkan operasi itu. Namun tidak lama setelah pertempuran mereda, datang jet tempur dan membombardir lokasi.

Pada bagiannya, juru bicara misi dukungan misi NATO di Afghanistan Debra Richardson mengaku pihaknya sudah mendengar kabar jatuhnya korban sipil itu. Namun seperti biasa, dia mengatakan akan menyelediki laporan ini. Bahkan, dia menyalahkan Taliban karena bersembunyi di tengah-tengah sipil. (kiblat/admin)