Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah, Maneger Nasution mengingatkan bahwa Menteri Agama Fachrul Razi harus lebih bijak dalam mengambil keputusan. Pernyataan Maneger ini menyusul wacana Menag untuk melarang cadar di instansi pemerintah. Maneger juga menambahkan ada baiknya pihak pimpinan instansi pemerintah menempuh cara-cara yang persuasif dan edukatif dengan mengedepankan dialog dengan pegawainya untuk menyelesaikan persoalan. Hal ini diungkapkan Maneger kepada media kamis kemarin.

Di sisi lain, warga juga harus bisa untuk berdialog. Menurutnya, masyarakat harus menghindari sikap ekslusifitas dan pemutlakan terhadap argumennya sendiri yang memantik semakin terbukanya sikap saling curiga.

Untuk itu, kata Maneger, dalam menyelesaikan persoalan yang sering dinarasikan pejabat sebagai radikalisme berbasis agama, sebaiknya dicari persoalan hulunya. Maneger menegaskan bahwa cadar bukanlah masalah inti dari radikalisme. Kalau persoalan hulunya tidak tersentuh, persoalan hilir akan terus terlahir. Dia juga menjelaskan bahwa Pejabat publik sebaiknya lebih bijaksana dalam laku dan kata serta bisa merasa sensitifitas publik.

Sebagaimana diketahui, Menag Fachrul Razi berencana melarang cadar di instansi pemerintah. Langkah ini diambil Fachrul untuk alasan keamanan pasca penusukan Wiranto.

kiblat/admin