Terkait konferensi ekonomi di Bahrain, Republik Indonesia mengatakan masih menunggu hasil konferensi ekonomi di Manama tersebut.

Namun, perwakilan dari Direktorat Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI, Rahendro Witomo, menegaskan dukungan Indonesia untuk perdamaian Palestina.

Dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia di Jakarta, Rahendro menyatakan bahwa Indonesia tidak pernah mundur selangkah pun dalam mendukung perdamaian Palestina.

Dukungan ini akan ditujukan dengan memajukan isu-isu Palestina di forum internasional. Tahun ini Indonesia sebagai anggota Dewan Keamanan PBB akan menggalakkan isu Palestina.

Dalam konferensi pers di Jakarta tersebut, Pemerintah Palestina menolak tegas Konferensi Manama yang saat ini sedang berlangsung di Bahrain.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun menyampaikan beberapa poin penting tentang bagaimana sikap Palestina berkaitan dengan Konferensi Ekonomi Perdamaian untuk Kemakmuran yang sedang dilaksanakan itu.

Zuhair menyampaikan bahwa konferensi di Manama itu menghasilkan rekomendasi yang menyulitkan dan membuat rakyat Palestina lebih sedih lagi.

Dalam konferensi yang berlangsung selama dua hari itu, diajukan “solusi ekonomi” untuk warga Palestina atau yang disebut “kesepakatan abad ini”. Nantinya akan ada dana yang dicairkan lebih dari 50 miliar dolar untuk investasi selama kurun waktu 10 tahun di bidang pariwisata, pendidikan, dan infrastruktur.

Kesepakatan Abad Ini adalah rencana ‘perdamaian’ yang disiapkan oleh pemerintahan Tramp dan disebut memaksa Palestina untuk membuat pengakuan tidak adil demi ‘Israel’, termasuk pada status Yerussalem Timur yang dijajah dan hak kembali para pengungsi Palestina.

(hidayatullah/admin)