Sekira 137 orang dilaporkan tewas dalam insiden ledakan bom di tiga gereja dan tiga hotel mewah di Sri Lanka yang bertepatan dengan Hari Paskah, Ahad kemarin. Sumber di kepolisian Sri Lanka mengatakan setidaknya 45 orang telah tewas di Kolombo, tempat tiga hotel dan sebuah gereja diguncang ledakan.

Sementara 67 lainnya tewas dalam serangan terhadap sebuah gereja di Negombo di utara ibukota, dan 25 lainnya tewas di sebuah gereja di kota Batticaloa, di sebalah timur negara itu.

Namun, hanya beberapa menit setelah pemerintah mengatakan jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 190, baru-baru ini polisi setempat mengatakan sebanyak 207 orang telah tewas dan 450 lainnya luka-luka.

Motif dari ledakan itu tidak diketahui dan tidak ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab. Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, dalam pidatonya mengatakan dia terkejut dengan ledakan tersebut dan meminta warganya untuk tetap tenang.

Seorang pejabat kepada AFP mengatakan belasan orang yang terluka dalam ledakan di Gereja St. Anthony membanjiri Rumah Sakit Nasional Kolombo pada Ahad pagi. Tak lama setelah ledakan-ledakan itu dilaporkan, polisi mengonfirmasi tiga hotel di ibukota itu juga telah diguncang ledakan, bersama dengan sebuah gereja di Batticaloa.

(islampos/admin)