Majelis Ulama Indonesia mengutuk keras para pelaku teror bom di beberapa wilayah Sri Lanka. Atas kejadian tersebut, MUI juga meminta kepada seluruh pihak agar tidak mengaitkan pelaku kejahatan dengan agama yang mereka anut. Hal ini sebagaimana diungkapkan Sekjen MUI, Anwar Abbas, dalam keterangan tertulisnya hari ini.

Tindakan para pelaku, menurut Anwar, mencerminkan hilangnya rasa kemanusiaan. Ini murni perbuatan tercela dan tidak beradab serta harus ditindak dan dihentikan.

MUI berharap pihak kepolisian Sri Lanka dapat mengungkap dan menangkap para pelaku dari tindakan yang tidak berperikemanusiaan tersebut. Pelaku harus diseret ke meja hijau untuk diadili dan dijatuhi hukuman yang seberat-beratnya.

MUI juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban agar mereka tetap tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan ini. Aksi terorisme terjadi di Sri Lanka, Ahad kemarin. Sebanyak delapan bom meledak di tiga gereja, empat hotel, dan satu rumah warga. Korban tewas dilaporkan mencapai lebih dari 200 orang.

Dari delapan serangan bom, enam di antaranya terjadi dalam waktu hampir bersamaan. Menurut laporan New York Times, ledakan pertama dan yang paling dahsyat terjadi di Gereja St Sebastian, Negombo.

(khazanah/admin)