Sebanyak 700 pengungsi muslim Sri Lanka dianiaya akibat meningkatnya ketegangan komunal pascatragedi bom. Mereka mengungsi dan melarikan diri dari kediaman mereka di kota pelabuhan Negomo, Sri Lanka.

Menurut laporan The Guardian pada Kamis kemarin, sekitar 500 muslim diantaranya telah dilindungi di satu kota. Di kota tersebut, para polisi memberikan penjagaan. Sedangkan di luar kota, puluhan penduduk memprotes dan menyerukan agar kelompok muslim itu diusir dari daerah tersebut. Mereka meminta pengungsi muslim diusir dari Sri Langka.

Seorang aktivis Sri Lanka, Ruki Fernando mengungkap bahwa ia telah melihat beberapa serangan terhadap rumah orang muslim. Bahkan beberapa pengungsi dipukuli juga dilempari batu sehingga orang muslim takut untuk tinggal di rumah mereka.

Babar Baloch, juru bicara UNHCR mengatakan badan tersebut telah menerima kabar dari para pengungsi bahwa mereka telah menjadi target ancaman dan intimidasi.

Sementara itu di sisi lain, Dewan Muslim Sri Lanka bersepakat untuk tidak memakamkan tubuh para teroris di tanah pemakaman masjid. Hilmy Ahmed mengatakan bahwa Komunitas Muslim sangat marah terhadap para teroris yang melakukan pembom-an.

(republika/admin)