Polisi Sri Lanka telah menahan satu warga Suriah di antara 40 orang yang diperiksa dalam penyelidikan serangan bom saat Paskah pada Ahad lalu di beberapa gereja dan hotel. Sementara itu, jumlah korban tewas akibat serangan bom telah bertambah menjadi 321 orang.

Belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas serangkaian serangan itu, yang dikatakan sejumlah pejabat dilakukan oleh sedikitnya tujuh pengebom bunuh diri. Ledakan yang terjadi di tiga gereja dan empat hotel itu juga melukai sekitar 500 orang.

Sementara itu, pemerintah menghadapi peningkatan tekanan karena dianggap tidak menyikapi peringatan yang muncul pada bulan ini tentang kemungkinan bahwa suatu kelompok ekstremis dalam negeri akan melancarkan serangan ke gereja-gereja.

Polisi mengatakan jumlah orang yang ditangkap sejak Ahad telah meningkat menjadi 40 orang, yang sebagian besar di antaranya adalah warga Sri Lanka. Pemeriksaan terhadap mereka kemudian mengarah pada penahanan warga Suriah tersebut.

Sri Lanka memiliki penduduk sejumlah 22 juta orang, termasuk warga minoritas Kristen, Muslim, dan Hindu.

Pemerintah pada Senin tengah malam memberlakukan status darurat. Dengan ketentuan itu, polisi mendapat wewenang lebih luas untuk menangkap dan melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka walaupun tidak ada perintah dari pengadilan. (republika/admin).