Liga Arab mengumumkan, delegasinya tiba di ibukota Sudan, Khartoum. Tugas utusan negara-negara Arab itu untuk mendukung dimulainya kembali dialog antara junta militer yang berkuasa dan para demonstran yang menuntut pemerintahan sipil.

Para mediator dari Ethiopia dan Uni Afrika mengatakan, bahwa mereka telah meminta junta militer dan para pemimpin protes untuk melanjutkan perundingan. Perundingan itu dalam rangka menguraikan proses transisi.

Puluhan ribu orang ikut serta dalam demonstrasi di seluruh Sudan pada Ahad lalu untuk menuntut agar para pemimpin militer menyerahkan kekuasaan.

Para pemimpin protes juga menyerukan aksi pembangkangan sipil besar-besaran pada 14 Juli. Langkah serupa yang digelar antara 9 dan 11 Juni dan sempat melumpuhkan total ibukota.

Liga Arab mengatakan bahwa pihaknya berusaha membangun kepercayaan untuk mengatasi kesulitan tahap ini dan mencapai formula kompromi untuk transisi.

Militer yang berkuasa setelah menggulingkan Presiden Omar Al-Bashir pada 11 April, menolak tuntutan para demonstran dan beberapa negara Barat untuk menyerahkan kekuasaan kepada sipil.

Negosiasi antara junta dan para pemimpin demonstran gagal pada bulan Mei karena ketidaksepakatan mengenai komposisi administrasi yang akan mengatur negara dan siapa yang akan memimpinnya, sipil atau militer.

Situasi memburuk secara dramatis setelah serangan militer terhadap aksi duduk-duduk demonstran di depan markas besar tentara di Khartoum pada 3 Juni.

(kiblat/admin)