Sebanyak 267 kepala keluarga Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, masih bertahan di tempat pengungsian akibat banjir bandang yang melanda daerah tersebut beberapa waktu yang lalu, meskipun masa tanggap bencana daerah itu sudah ditutup pada 29 Juni 2019.

Menurut keterangan BPBD Kabupaten Konawe Utara, jumlah tersebut berada di 21 titik pengungsian umum sebanyak 176 kepala keluarga dan 18 titik pengungsian sebanyak 91 kepala keluarga.

Bupati Konawe Utara, Ruksamin, mengatakan masa tanggap darurat bencana telah berakhir dan beralih ke status transisi kepemulihan mulai 30 Juni hingga 27 September 2019.

Ia mengungkapkan, selama masa transisi tersebut koordinasi dan sinergitas lembaga terkait, tetap dijaga sambil tetap melakukan penanganan bencana banjir di daerah ini.

Upaya pembersihan tanah di rumah atau tempat-tempat lain semakin intens dilaksanakan Pemkab Konawe Utara bekerja sama dengan lembaga terkait.

Peningkatan upaya pemenuhan kebutuhan dasar dalam bentuk distribusi logistik kepada para pengungsi terus ditingkatkan termasuk pelayanan kesehatan kepada pengungsi.

Diketahui, banjir bandang menerjang Konawe Utara pada tanggal 1 dan 2 Juni 2019 akibat meluapnya Sungai Walasolo, Sungai Lalindu, dan Sungai Wadambali menyusul intensitas hujan tinggi yang turun di daerah tersebut. Banjir tersebut merendam tujuh kecamatan.

(arrahmah/admin)