Lebih dari 14 ribu penduduk di Suriah telah disiksa hingga mati oleh rezim Assad dan pasukannya sejak pecahnya perang sipil. Hal ini sebagaimana dilaporkan oleh organisasi Jaringan Hak Asasi Manusia untuk Suriah atau SNHR.

Laporan yang dirilis SNHR untuk menandai Hari Internasional untuk Mendukung Korban Penyiksaan, sebanyak 14.200 lebih individu termasuk anak-anak dan perempuan, telah meninggal akibat penyiksaan di tangan pihak-pihak utama dalam konflik Suriah, sejak Maret 2011 sampai Juni 2019.

Sebagian dari mereka disiksa sampai mati, 14.000 orang berada dalam tahanan pasukan yang setia kepada Presiden Suriah Bashar Al-Assad.

Sekitar satu persen terbunuh oleh pasukan oposisi. Sementara 43 orang terbunuh oleh Unit Perlindungan Rakyat Kurdi atau YPG dan Pasukan Demokratik Suriah.

Laporan itu menekankan bahwa statistik tersebut hanya melaporkan mereka yang dapat diidentifikasi dan dilaporkan, dan bahwa jumlah korban jiwa sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.

Sejak awal konflik, dan bahkan bertahun-tahun sebelumnya, rezim Assad telah terkenal karena menyiksa para tahanan politik dan penduduk sipil yang tidak bersalah. Berbagai laporan muncul dari dinas intelijen rezim yang menargetkan siapa pun terkait dengan demonstran.

(hidayatullah/admin)