Assalamu ‘alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh,

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ والسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى ألِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ, أمّا بَعْدُ:

Sababat yang budiman. Sesungguhnya masalah syafa’at termasuk pembahasan penting yang wajib diketahui oleh seorang muslim karena beberapa sebab,

Sebab yang pertama. Masalah ini termasuk cabang iman kepada hari akhir yang merupakan rukun iman.

Kemudian yang kedua. Mempelajarinya akan menambah iman dan cinta kita kepada Alloh dan rasul-Nya.

Selanjutntya sebab yang ketiga. Mengenal luasnya rahmat Alloh kepada hamba-Nya, kasih sayang Rosululloh kepada umatnya dan agungnya agama Islam.

Sebab yang keempat. Banyaknya penyimpangan dalam masalah ini sehingga menjerumuskan manusia kepada kesyirikan

Dan yang kelima. Perhatian para ulama tentang masalah ini. Mereka selalu membahas perkara syafa’at ini dalam kitab-kitab mereka, bahkan ada yang membukukannya secara khusus.

Sababat  yang budiman. Secara bahasa Syafa’at berarti menggenapkan, menggabungkan, mengumpulkan sesuatu dengan sejenisnya. Syafa’at juga berarti wasilah atau  perantara.

sedangkan menurut istilah, Syafa’at  yaitu menolong orang lain dengan tujuan menarik manfaat dan menolak bahaya.,

Syafa’at dibahas oleh ulama Ahlus Sunnah, karena adanya golongan yang berlebih-lebihan dalam menetapkan syafa’at, sampai golongan itu berkeyakinan, bahwa patung-patung dan orang mati itu dapat memberikan syafa’at. Begitu pula ada golongan lain yang mengingkari adanya syafa’at, yaitu golongan Khawarij dan Mu’tazilah. Mereka meyakini, bahwa orang yang berbuat dosa besar dikatakan kafir, akan kekal di dalam neraka dan tidak bisa keluar dari neraka.

Pendapat seperti ini sesat dan menyesatkan. Pendapat ini sudah dibantah oleh ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan dalil-dalil dari al Qur`an dan as Sunnah yang shahih. Dan berikut adalah diantara bantahannya.

Bantahan yang pertama. Orang Muslim yang berbuat dosa besar, ia tidak kafir, selama ia tidak menghalalkan perbuatan dosa besar tersebut.

Dan yang ketiga. Nabi memberikan syafa’at kepada orang yang berbuat dosa besar. imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan  Hakim meriwayatkan, bahwa Rosululloh bersabda,

شَفَاعَتِي لِأَهلِ الكَبَائِرِ مِن أُمَّتِي

“Syafa’atku akan diberikan kepada orang yang berbuat dosa besar dari umatku”.

Sababat  yang budiman. Apa yang dijelaskan ini baru sebagian kecil bantahan kepada Khawarij dan Mu’tazilah. Kalau mereka menggunakan akal dan hati mereka untuk tunduk kepada dalil, maka mereka akan mudah menerima dalil-dalil dari al Qur`an dan as Sunnah yang shahih yang menunjukkan tentang adanya syafa’at Nabi Muhammad pada hari Kiamat atas orang-orang yang berbuat dosa besar, bagi mereka yang mati dalam keadaan tidak berbuat “syirik dan kufur. Bahkan Nabi menyebutkan tentang orang-orang Islam yang disiksa di neraka dengan sebab perbuatan dosa besar yang mereka lakukan, kemudian mereka dikeluarkan oleh Alloh dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga.

Sababat  yang budiman. Menurut penjelasan para ulama uhlussunnah, syarat-syarat syafa’at ada tiga.

Dan terdapat juga dalam surat Thoha ayat 109, “Pada hari itu tidak berguna syafa’at, kecuali (syafa’at) orang yang Alloh Maha pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya.”

Imam al Baghawi menjelaskan dalam kitab tafsirnya bahwa tidak bermanfaat syafa’at kepada seorangpun dari manusia, kecuali bagi orang yang Alloh izinkan untuk memberikan syafa’at, dan Alloh ridha perkataan dan perbuatannya.

Ibnu Abbas juga berkata dalam tafsir al-Baghowi bahwa orang yang Alloh ridhoi perkataannya, yaitu orang yang mengucapkan Laa ilaahaa illalloh. Dengan kata lain, Alloh tidak akan memberikan syafa’at kepada selain mu’min.”

Dan terdapat juga dalam surat an-Najm ayat 26,

وَكَم مِّن مَّلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لاَتُغْنِى شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا إِلاَّ مِن بَعْدِ أَن يَأْذَنَ اللهُ لِمَن يَشَآءُ وَيَرْضَى

“Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa’at mereka, sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Alloh mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai(Nya).”

Selanjutnya syarat syafaat yang ketiga, Alloh tidak ridha dari ucapan dan perbuatan, melainkan dengan mentauhidkan Alloh dan mengikuti Sunnah Rosululloh . Orang yang tidak bertauhid, ia tidak akan mendapatkan syafa’at

يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ … أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ

“Ya, Rosululloh. Siapakah orang yang paling bahagia dengan syafa’atmu pada hari Kiamat?” Rosul menjawab,” …… orang yang paling bahagia dengan syafa’atku adalah, orang yang mengucapkan Laa ilaahaa illalloh dengan ikhlas dari hatinya.”

Imam Muslim juga meriwayatkan hadits dari Abu Hurairoh , bahwasanya Rosululloh bersabda,

لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِيٍّ دَعْوَتَهُ وَإِنِّي اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَهِيَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِي لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا

“Setiap nabi ada doa yang dikabulkan, dan setiap nabi bersegera berdoa agar dikabulkan. Akan tetapi aku simpan doaku untuk dapat memberikan syafa’at kepada umatku pada hari Kiamat. Dan sesungguhnya, syafa’atku ini akan diperoleh, in syaa Alloh, bagi orang yang mati dari umatku dalam keadaan tidak menyekutukan Alloh dengan sesuatu apapun.”

Sebagian ulama menjelaskan, orang yang mendapatkan syafa’at ialah, orang yang mengucapkan kalimat yang haq, yaitu bersaksi bahwasannya tidak ada yang berhak diibadahi melainkan hanya Alloh.

Sababat  yang budiman. Orang mu’min tidak dapat memohon ampun dan memberi syafa’at untuk orang-orang yang berbuat syirik. Dalam Shahih Muslim, Nabi pernah meminta izin kepada Alloh untuk memohonkan ampunan bagi  ibunya, tetapi tidak diizinkan. Kemudian   beliau meminta izin untuk berziarah ke kuburnya, dan diizinkan oleh Alloh , karena ziarah kubur mengingatkan kita kepada kematian.

Sababat  yang budiman dimana pun saat ini Anda berada. Demikianlah pembahasan kita mengenai syafaat menurut ahlus sunnah wal jamaah pada kesempatan kali ini. Semoga kita semua adalah hamba yang kelak akan menadaptkan syafaat. Amin. Wallohu a’lam.

Wassalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Marhaban Romadhon SImpatiFM