Anggota Komisi 3 DPR RI, Aboe Bakar Al-Habsy menegaskan bahwa ucapan Kapolres Dharmasraya yang menyebut indikasi teroris adalah kalimat takbir, telah menyakiti umat Islam. Ia menegaskan, kalimat takbir merupakan kalimat yang diagungkan dalam Islam.

Ia juga menekankan bahwa jangan sampai statement yang tidak tepat tersebut akan menggerus simpati masyarakat kepada institusi Polri. Menurutnya, harus disadari bahwa mayoritas masyarakat di Indonesia adalah umat Islam.

Selain itu, pria yang akrab dengan sapaan Habib ini menerangkan, mengidentifikasi teroris dengan teriakan takbir adalah pemahaman yang salah tentang tindak pidana terorisme. Sebaliknya, hal ini bisa dipandang orang sebagai tindak penistaan agama.

Menurutnya, jika seorang pada level Kapolres saja masih tidak tepat memahami terorisme, ini akan menjadi persoalan serius. Ia mengusulkan adanya briefing khusus dari Kapolri untuk jajarannya, agar mereka dapat secara tepat memahami tindak pidana terorisme.

(kiblat.net)