Pengumuman yang dibuat oleh presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakui Al-Quds sebagai ibu kota Israel telah memicu reaksi negatif di seluruh dunia. Aksi protes telah mencuat di berbagai negara, yang mengecam keputusan tersebut.

Dalam hal ini, Imarah Islam Afghanistan atau Taliban menyebut keputusan itu tidak masuk akal dan tidak bijak. Terlebih anggota Organisasi Kerjasama Islam menolak keputusan Trump, begitu pula Uni Eropa juga menentangnya. Hal ini sebagaimana diungkapkan Taliban dalam lirisnya pada hari Senin (25/12/2017) kemarin.

Dalam rilisnya, Taliban menambahkan bahwa Amerika Serikat masih ingin menguasai dunia dengan menggunakan kekuatan dan memaksakan kehendak sendiri atas negara-negara lain. Namun, sikap negara di seluruh dunia terhadap kebijakan Amerika justru mengisolasinya.

Taliban kemudian memberi peringatan bahwa krisis yang terjadi di Al-Quds menjadi tantangan bagi umat Islam untuk berkumpul dan membela hak-hak warga Palestina yang sah.

Dalam rilisnya Taliban menambahkan bahwa amerika serikat dan Israel akan semakin leluasa menindas umat Islam jika umat Islam tetap tidak bersatu.

(kiblat.net)