Salah satu pemohon uji materi atau judicial review KUHP Delik Kesusilaan, Euis Sunarti menyebut lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) saat ini sudah menjadi sebuah gerakan. Di sisi lain masih ada kekosongan hukum terkait perilaku menyimpang itu. Hal itu sebagaimana dikatakan Euis dalam diskusi bertajuk ‘LGBT, Hak Asasi, dan Kita’ di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (23/12/2017) kemarin.

Euis pun mengungkapkan bahwa salah satu tujuan pihak pemohon mengajukan uji materi atau judicial review adalah karena para ibu rumah tangga tersebut melihat adanya kekosongan hukum terkait LGBT.

Euis menilai, di saat terjadi kekosongan hukum, para pelaku LGBT ini bukan saja hanya melakukan aktivitas pribadi. Lebih dari itu mereka juga dinilai gencar melakukan promosi.

Euis juga menegaskan bahwa pengajuan judicial review beberapa waktu lalu dilakukan karena sudah ada pasal dan norma di masyarakat yang menolak LGBT. Sehingga, para pemohon ini hanya meminta untuk perluasan pasal delik Kesusilaan tersebut.

(kiblat.net)