Perdana Menteri Narendra Modi berusaha meyakinkan umat Islam India bahwa mereka sama sekali tidak terpengaruh oleh undang-undang kewarganegaraan yang baru. Modi menepis anggapan bahwa undang-undang itu produk hukum anti-Islam.  Berpidato di hadapan pendukung partainya di New Delhi, Modi mengatakan umat Islam tidak perlu khawatir sama sekali. Asalkan mereka pribumi India. Modi sesumbar bahwa Muslim yang tanah dan leluhurnya adalah anak India tidak perlu merasa khawatir.

Lalu Modi menuduh partai oposisi, Kongres Nasional India, menyetujui kekerasan dengan tidak mengecam aksi demonstrasi. Modi juga sesumbar bahwa Lawan politiknya menyebarkan desas-desus bahwa semua Muslim akan dikirim ke kamp-kamp penahanan. Menurutnya, Tidak ada pusat penahanan. Semua cerita tentang pusat penahanan ini adalah kebohongan.

Faktanya, negara bagian Assam di timur laut India memiliki enam pusat penahanan yang menahan lebih dari seribu orang yang diduga migran ilegal, dan merencanakan mendirikan 11 pusat penahanan lainnya. Seorang menteri India mengatakan kepada parlemen, 28 tahanan telah tewas di kamp penahanan dalam beberapa tahun terakhir.

Kementerian Dalam Negeri pada bulan Juni mengeluarkan perintah untuk negara-negara bagian dan meminta mereka untuk mendirikan kamp-kamp penahanan di titik masuk utama. Dua pusat penahanan direncanakan didirikan di dekat kota Mumbai dan Bangalore.

Modi, dalam pidatonya, juga mengatakan bahwa tidak ada pembicaraan tentang pendataan warga yang selama ini ditakuti oleh banyak Muslim di India yang merasa akan dicoret dari status kewarganegaraan India.

suaraislam/admin