Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan sangat mendukung usulan untuk menggunakan sebuah ‘mata uang kripto’ terpadu bagi negara-negara Muslim. Mahathir mengungkapkan, ia telah menyarankan gagasan tentang mata uang terpadu bagi negara Muslim sejak lama, namun tidak bisa diterapkan karena sanksi oleh negara kekuatan super.

Menurut Mahathir, Negara-negara muslim tidak bisa selalu menggunakan dolar Amerika Serikat, karena penggunaannya akan membuat terlalu bergantung pada Amerika. Hal ini bisa membuat amerika mudah memberi sanksi ekonomi serta mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Negara-negara muslim. Hal ini diungkap  Mahathir kepada wartawan usai Konferensi Tingkat Tinggi Kuala Lumpur, Jumat kemarin.

Ia juga menambahkan bahwa ide tersebut berasal dari Iran dan Turki. Jika Negara-negara Muslim tidak memiliki dolar Amerika, maka mereka dapat menggunakan mata uang  sendiri atau menciptakan mata uang bersama.

arrahmah/admin