Interpol menolak permintaan India untuk mengeluarkan red notice atau penahanan sementara untuk terduga kejahatan terhadap Zakir Abdul Karim Naik. Interpol menyatakan bahwa bukti dari pemerintah India tak cukup kuat dan kasus tersebut dihentikan alias SP3.

Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh seorang pembantu Zakir Naik seperti dikutip dari India Today pada hari Sabtu (16/12/2017) kemarin.

Interpol juga telah membatalkan  red notice atas Zakir Naik dan menginstruksikan kantornya di seluruh dunia untuk menghapus semua data dari arsip-arsipnya, dengan alasan bias politik dan agama.

Sebelumnya, Badan Investigasi Nasional India meminta Interpol untuk mengeluarkan red notice terhadap Zakir Naik. Permintaan tersebut juga ditujukan untuk mengekstradisi Zakir Naik dan memulangkannya secara paksa ke India.

(kiblat.net)