Badan Pengungsi PBB mengevakuasi 325 pengungsi Afrika dari pusat penahanan Qasr Ben Gashir di Tripoli selatan akibat meningkatnya kekerasan dan memburuknya keamanan.

Pengungsi terutama dari Eritrea, Sudan dan Nigeria, ditempatkan di pusat penahanan di Zawiya, kota di barat ibu kota Libya, tempat yang lebih aman bagi mereka.

Evakuasi terbaru, yang diwarnai protes dan kekerasan di fasilitas tersebut pada Selasa, menyebabkan 12 tahanan terluka membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Pemindahan tersebut juga menambah jumlah pengungsi dan migran yang dievakuasi dari sejumlah bentrokan, yang terjadi selama dua pekan belakangan.

Lebih dari 3.600 migran yang dipenjara terperangkap di ibu kota sejak pasukan dari timur Libya mulai memasuki ibu kota dan merebutnya.

Sebelumnya, pejabat Libya telah mengizinkan migran ilegal di Tripoli untuk keluar, namun migran asal Somalia dan Afrika sub-Sahara lainnya yang ketakutan, menceritakan kepada Reuters bahwa mereka memutuskan untuk tetap berada di sana. Para migran khawatir mereka bakal terjebak dalam pertempuran yang melanda ibu kota.

(internasional.republika/admin)