Delegasi Turki sedang berada di Rusia untuk membahas Suriah. Perundingan ini digelar setelah ada laporan serangan yang didukung Rusia telah memaksa puluhan ribu warga Suriah melarikan diri ke arah Turki.

Turki menjadi penampung pengungsi Suriah terbesar di dunia. Saat ini mereka menampung 3,7 juta pengungsi Suriah. Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan tidak lagi mampu menangani gelombang pengungsi baru.

Ia juga telah mendesak Rusia untuk menghentikan serangan di barat laut Provinsi Idlib. Organisasi kemanusiaan yang bermarkas di Turki, Humanitarian Relief Foundation atau IHH, mengatakan sekitar 120 ribu warga Suriah telah melarikan diri ke arah perbatasan Turki.

Angka itu lebih banyak dibandingkan yang diperkirakan Erdogan sebelumnya yakni 80 ribu orang. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres meminta agar serangan segera dihentikan karena pada pekan ini saja sudah memaksa 30 ribu orang mengungsi.

Presiden Suriah Bashar al-Assad bersumpah untuk merebut kembali wilayah Idlib. Idlib adalah wilayah penting terakhir yang masih dikuasai oposisi dalam perang yang berlangsung delapan setengah tahun terakhir.

Rusia dan Iran mendukung pasukan Assad dalam konflik Suriah. Sementara Turki mendukung oposisi Suriah untuk berperang melawan Assad.

Aktivis dan kelompok kemanusiaan mengatakan pesawat jet tentara Rusia dan Suriah menyerang konvoi warga sipil yang melarikan diri dari kota Maarat al-Numan, Provinsi Idlib. Serangan itu membuat ratusan keluarga terjebak di sana.

internasional.republika/admin