Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pemerintah Mesir harus diadili di depan mahkamah internasional atas kematian mantan Presiden Muhammad Mursi. Dalam kesempatan lain Erdogan bahkan menyebut Mursi dibunuh dan pemerintah Mesir harus mempertanggungjawabkannya di pengadilan internasional.

Mursi yang juga merupakan anggota sekaligus tokoh elit Ikhwanul Muslimin, organisasi Islamis yang kini dilarang di Mesir, meninggal dunia pada hari Senin pekan ini, setelah sempat jatuh pingsan di pengadilan Kairo saat menghadapi dakwaan terlibat spionase.

Presiden Mesir pertama yang dipilih secara demokratis itu digulingkan melalui sebuah kudeta militer oleh Abdul Fattah al-Sisi yang kini berkuasa menjadi presiden. Mursi kemudian menjadi tahanan rumah sebelum akhirnya dimasukkan ke penjara oleh junta militer al-Sisi.

Erdogan menyatakan akan mengikuti perkembangan isu ini dan akan melakukan segala hal yang memungkinkan untuk mengadili pemerintah Mesir di depan mahkamah internasional atas kematian Mursi.

Pada Selasa lalu, PBB menyerukan investigasi menyeluruh dan transparan atas kasus meninggalnya Mursi.

Di lain pihak, pemerintah Mesir merespon balik seruan PBB itu dengan kritik dan kecaman, dan menuding PBB mempolitisasi kematian Mursi.

Juru bicara komisioner tinggi PBB untuk hak asasi manusia menyatakan bahwa setiap terjadi kematian yang tiba-tiba di tahanan harus segera ditindaklanjuti dengan investigasi yang imparsial, mendalam, dan transparan oleh sebuah lembaga independen untuk mengklarifikasi penyebab kematian tersebut.

(kiblat/admin)

Marhaban Romadhon SImpatiFM