Turki menanggapi pengumuman rencana perdamaian Timur Tengah yang digelar di Washington pada Selasa waktu setempat. Kementerian Dalam Negeri Turki dalam sebuah pernyataan mengecam rencana Amerika tersebut. Bagi Turki, rakyat dan tanah Palestina tidak dijual.

Turki juga menganggap rencana yang disebut Trump sebagai “Kesepakatan Abad Ini” adalah gagal. Justru rencana itu adalah rencana aneksasi yang bertujuan merebut tanah Palestina. Rencana tersebut juga membunuh solusi dua Negara. Hal ini sebagaimana diungkapkan Kemendagri Turki sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Rabu kemarin.

Turki juga menekankan bahwa Yerusalem adalah garis merah di mata Turki dan tidak akan membiarkan Israel membenarkan pendudukan dan penganiayaannya.

Ia juga kembali menegaskan akan terus bekerja untuk kemerdekaan Palestina. Pernyataan itu menyimpulkan bahwa Turki tidak akan mendukung rencana apapun yang tidak diterima oleh otoritas Palestina. Perdamaian di Timur Tengah tidak akan diperoleh jika kebijakan berdasarkan pendudukan tidak berakhir.

 internasional.republika/admin