Gerakan Nasional Anti Narkoba atau Ganas Annar, MUI Provinsi DKI Jakarta menggelar Rapat Kerja Wilayah di Cibodas, Cianjur.  Rapat kerja tersebut menghasilkan salah satu program unggulan, yaitu program Keluarga Bahagia Tanpa Narkoba.

Program ini berbentuk kampanye dalam berbagai media, yang akan dipasang di berbagai tempat dan ruang publik di wilayah DKI Jakarta. Selain itu juga dilakukan melalui seminar, diskusi, pelatihan, dan sejenisnya.

Dalam penjelasannya, wakil ketua MUI Provinsi DKI Jakarta, Didi Supriadi, menyatakan bahwa para pengguna narkoba adalah orang-orang yang mencari kebahagiaan untuk membebaskan diri mereka dari tekanan pekerjaan atau himpitan hidup sehari-hari.  Dalam hal ini, narkoba menawarkan kebahagiaan tersebut walau kebahagiaan bersifat semu yang sangat merusak diri mereka dan berujung kepada kematian.  Para penikmat kebahagiaan semu ini setelah menjadi korban tentu menjadi beban bagi keluarganya.

Karenanya, Didi menjelaskan penting saat ini menjadikan keluarga sebagai subyek yang dikedepankan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Dan ia mengatakan bahwa Ganas Annar MUI Provinsi DKI Jakarta merupakan gerakan para alim ulama yang terjun langsung bersama umat dalam pemberantasan narkoba.

Ganas annar menawarkan konsep kebahagiaan sejati, yaitu ajaran Islam, yang harus dipilih dan dipakai oleh  setiap individu dalam keluarga dan masyarakat dalam upaya melawan kebahagiaan semu.

Ketua MUI Jakarta, Munahar Mukhtar menegaskan, turun langsungnya ulama dalam pemberantasan narkoba, sudah menjadi upaya yang sudah sangat serius dan harus tuntas dalam pemberantasan narkoba sampai ke akar-akarnya. (republika/admin)