Uni Eropa mengaku sangat prihatin tentang situasi di barat laut Suriah, yakni di Provinsi Idlib dan Hama Utara. Hal ini disampaikan Uni Eropa dalam sebuah pernyataan pada Kamis kemarin.

Dalam pernyataan tersebut juga disebutkan, serangan militer oleh pasukan rezim Suriah telah menghancurkan kamp pengungsi, sekolah dan fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi ruang yang paling aman. Suriah terjerumus dalam perang saudara yang ganas sejak awal 2011.

Dalam deklarasi atas nama Uni Eropa, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federika Mogherini mengatakan, setelah lebih dari delapan tahun konflik, penduduk Suriah terus mengalami penembakan tanpa pandang bulu, serangan udara, pengeboman dan serangan lainnya. Deklarasi tersebut menyerukan semua pihak sepenuhnya menghormati Hukum Kemanusiaan Internasional.

Uni Eropa mengutuk serangan terhadap warga sipil, rumah sakit dan sekolah, termasuk penggunaan bom barel. Uni Eropa menegaskan kembali tekad meminta pertanggungjawaban dari mereka yang melanggar Hukum Kemanusiaan Internasional

(republika/admin)