Ledakan bom terjadi di dekat pintu masuk Universitas Kabul, Afghanistan, pada Jumat dini hari waktu setempat. Setidaknya delapan orang telah dilaporkan meninggal akibat insiden tersebut.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Afghanistan Wahidullah Mayar mengatakan, sebanyak 33 orang turut mengalami luka-luka akibat ledakan itu. Mereka dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Juru bicara kepolisian Kabul, Firdaus Faramarz mengungkapkan belum diketahui apakah bom diledakkan dari jauh atau dibawa oleh seseorang. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Pekan lalu, ledakan bom juga mengguncang Provinsi Ghazni. Sebanyak 12 orang, delapan di antaranya pasukan keamanan, tewas dalam kejadian itu. Serangan itu juga melukai lebih dari 50 warga sipil. Taliban mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Perwakilan Taliban dan Afghanistan diketahui telah melakukan pembicaraan di Doha, Qatar, pekan lalu. Setelah pertemuan tersebut, muncul resolusi yang menyerukan persatuan, membangun kepercayaan antar pihak, dan kelanjutan pembicaraan perdamaian. Namun, hal yang ditunggu-tunggu, yakni gencatan senjata, belum tercapai. (republika/admin).