Indonesia, Kuwait, dan Afrika Selatan telah meminta Dewan Keamanan PBB mengutuk Israel karena membongkar permukiman Palestina di Sur Baher, Yerussalem. Namun, Amerika Serikat selaku anggota tetap Dewan keamanan PBB memblokir upaya tersebut.

Kuwait, Indonesia, Afrika Selatan, dilaporkan telah mengedarkan konsep pernyataan lima paragraf kepada seluruh anggota Dewan keamanan PBB yang berjumlah 15 negara. Pernyataan itu berisi tentang keprihatinan serius atas pembongkaran permukiman Palestina di Sur Baher. Ketiga negara menilai tindakan Israel itu merusak kelangsungan solusi dua negara serta prospek perdamaian yang adil dan permanen.

Konsep pernyataan yang diusulkan di Dewan Keamanan PBB memang harus disepakati melalui konsensus sebelum diterbitkan. Menurut keterangan sejumlah diplomat pada Rabu kemarin, saat Amerika serikat melihat draf yang diajukan Kuwait, Indonesia, dan Afrika Selatan, mereka menyatakan tak dapat mendukung teks tersebut.

Karena penolakan datang dari Amerika, yang notabene merupakan anggota tetap Dewan keamanan PBB, maka draf pernyataan itu pun ditarik untuk direvisi. Setelah dipangkas dari lima paragraf menjadi tiga paragraf, konsep pernyataan itu diedarkan kembali. Namun, Washington sekali lagi menyatakan tak setuju dengan isinya.

Indonesia diketahui telah mengutuk pembongkaran permukiman Palestina di Sur Baher. Indonesia menuntut agar tindakan tersebut dihentikan segera karena melanggar hukum internasional dan resolusi DK PBB.

Permukiman Palestina di Sur Baher mulai dihancurkan Israel pada Senin lalu. Sejumlah warga Palestina telah dievakuasi secara paksa dari daerah tersebut. Sebanyak 16 bangunan dilaporkan menjadi target penggusuran tersebut. Secara total terdapat 100 apartemen warga Palestina yang akan dihancurkan.

(republika/admin)