Setelah kabar terlibatnya Traveloka dan Tokopedia dalam penyelenggaraan umrah memantik reaksi masyarakat, Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama segera melakukan pertemuan dengan Kemkominfo dan dua unicorn tersebut.

Rapat bersama Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag bersama Traveloka dan Tokopedia serta perwakilan Kemkominfo dilaksanakan di Kantor Kemenag, Jakarta, Jumat kemarin. Rilis resmi humas Kemenag menyebutkan pertemuan ini merupakan upaya Kementerian Agama untuk mendalami perkembangan teknologi informasi terkait penyelenggaraan ibadah umrah.

Kemenag ingin menyamakan persepsi terkait inisiatif Kemkominfo mengembangkan umrah digital. Kemenag menekankan semua pihak terkait untuk mematuhi regulasi, yaitu Undang-Undang tentang Penyelenggaraan Ibadah Umrah dan Haji yang baru disepakati Pemerintah dan DPR. Hasilnya, ada kesepahaman bahwa pengembangan umrah digital harus berangkat dari prinsip penyelenggaraan umrah yang dilakukan oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim.

Traveloka maupun Tokopedia menegaskan tidak akan menjadi penyelenggara umrah. Komitmen ini juga berlaku bagi unicorn lainnya. Menurut Arfi, Umrah Digital dikembangkan dengan semangat meningkatkan standar manajemen sesuai kebutuhan masyarakat di era digital.

(kiblat/admin)